Pagi itu kami merencanakan apa saja yang akan kami lakukan
hari itu, mulai dari keluar apartment, mencari makanan halal, berangkat untuk
check in menuju guangzhou east railway station dan menaruh bagasi kami,
kemudian menukar uang di guangzhou east railway station tersebut setelahnya
pergi membeli oleh-oleh di haizhu squere, dan kembali lagi ke guangzhou east
railway station untuk kemudian menuju beijing west.
akan tetapi di dunia nyata memang planning, atau sebuah
rencana sering berbeda dengan realita, begitupun dengan cerita kami harini.
harini adalah hari ke-5 kami di china dan hari ke-6 kami minggat dari indonesia
hehe. hari itu setelah kami berbincang, berpamitan dan photo bersama dengan
teman-teman di apartement maupun dengan pemilik apartement, akhirnya kami pun
berangkat untuk mencapai semua planning yang telah kami buat itu. kami keluar
apartement jam 9 waktu setempat. dan ketika turun ke bawah, kami pun disambut
dengan angin yang sangat kencang dan mengagetkan kami waktu itu dengan diiringi
dengan pecahan kaca di salah satu apartement di komplek tersebut.
angin yang sangat kencang itu didukung dengan hujan yang
menemani setiap langkah kita, perjalanan mencari lanzhou pun akhirnya berhasil
dengan harus tetap melewati berbagai kesalahan jalan alias nyasar terlebih
dahulu. kami pun dibantu oleh satpam di sana yang menuliskan tulisan dengan
kanji yang artinya restaurant muslim. Karena yang dilakukan satpam tadi. kami
pun sampai di restaurant tersbut dengan bantuan orang yang memang kebetulan hanya
jalan kaki yang masih masuk lingkungan daerah setempat.
Kami makan Lanzhou lagi yah, karea yang kami tahu dan kami
rasakan paling enak adalah Lanzhou, kami juga selain makan Lanzhou di sana yang
kami lakukan hanyalah berdo’a dan berharap agar badai tidak menganggu
perjalanan kami, juga kami berharap bahwa kami dapat melaksanakan semua planning kami hari ini.
Akan tetapi di luar huna deras sedang menunggu kita untuk dirasakan. Akan
tetapi kami enggan untuk menggapainya dan tetap asik mengobrol sambil charge hp
dan power bank kami. Akan tetapi disatu sisi waktu sudah berjalan sangat cepat
seakan-akan menyuruh kita untuk segera pergi dari tempat resto tersebut.
Setelah satu jam tiga puluh menit kami di sana, kami
memeberanikan diri untuk melewati hujan yang menerjang di dukung dengan angin kencang yang siap menghantam kami di setiap waktunya. Kami lari mencari gate
menuju metro untuk kemudia segera pergi menuju Guangzhou east railway station.
Kami pun memasuki station dengan kondiis cukp basah kuyup, akan tetapi lekas
kering karena ac di metro yang cukup membuat kulit merasa seperti berada di
kutub.
Singkat cerita, akhinya kami sampai di tujuan dan segera
ingin check in. akan tetapi ketika sampai sana kondisi station sudah sangat
tidak stabil dan dikelilingi oleh orang-orang yang panik dan kebingungan.
Tiba-tiba sala satu wanita di sana bertanya, “where do you want to go? Is your
train wa cancelled too? “ waaawww kami sangat kaget dan segera ikutan panik. Dan
akhirnya pacarnya pun datang bernama baiq, dari Pakistan *dan sampai saat ini
kami masih kontakan. Kaanya dia ingin pergi ke Indonesia hehe.* kami pun segera
membagi tm untuk menanyakan perihal kebenran mengenai kabar ini. Akan tetapi
kami sudah mulai berfiir tidak jernih dengan melihat kndisi sekitar kami yang
sudah tidak karuan, ditambah cuaca yang semakin menjadi-jadi.
Setelah kami bertanya dari satu orang-ke orang lainnya,
dari satu penjaga ke penjaga lainnya, dari satu loket ke loket lainnya, kami
pun memutuskan untuk segera me refund tiket kami yang ternyata semua kereta
harini diberhentikan atau mogok jalan dikarenakan kondisi cuaca yang tidak
memungkinkan. Kami pun mulai mencari cara agar tetap bisa pergi ke Beijing atau
seenggaknya Tianjin agar bisa pulang kembali ke Indonesia karena tiket pesawat
kami dari sana. Kami mencari-cari tiket terbaik untuk esok maupun lusa yang masih
nutut untuk sampai di sana tepat waktu mengejar pesawat yang akan membawa kami
sampai di negeri yang sudah sangat kami rindukan.
Karena uang kami yang akhirnya banyak kembali seteah refund
tiket kereta. Kami pun makan enak siang ini. Kami makan ayam crispy KFC dan
juga di dampingi kentang yang dapat menahan lapar kami, dan bahkan seven elven
pun ikut membantu kita dengan membeli roti saatu dapat dua roti alhamdulillah.
Kami menunggu di statsiun sampai akhirnya metro buka untuk beroprasi kembali.
Kami mencari hotel maupun motel atau juga appartemen untuk
menginap mala mini, dan banyak sekali yang sudah habis terbooking karena memang
kondisi yang mendukung hal tersebut terjadi. Akhirnya kami memilih tempat di
salah satu daerah yang berada di daerah yuancun. Kami pun menuju stasiun metro
di daerah sana. Ketika kami sampai di sana, kondisi daerahnya snagat kumuh dan
kurang baik dipandang. Banyak juga sampah berserakan di pinggiran jalan. Dan cucapun
mendukung untuk menampah parah kondisi tersebut dengan memberikan kami hujan
kecil.
Setelah mencari tempat selama kurang lebih 20 menit, kami
menemukan malaikat ke-4 seorang pria yang yang menemani kami selama kurang
lebih 1-2 jam mencari tempat penginapan tersebut, meloby tempat penginapan, dan
juga mencarikan kami tempat penginapan baru. Kami mencario tempat penginapan
kami dengan perasaan yang sangat dag dig dug dan gak yakin karena melihat
kondisi tempat yang melewati Lorong-lorong gelap kemudian tempatnya kurang
bersih dan bau babi banget.
Kami mencari tempat penginapan kami sampai kami melewati
beberapa hotel “pecun”
Terlebih dahulu dan melewati tangga-tangga karena memang
kondisi hotelnya yang melewati Lorong-lorong kecil. Dengan kondisi yang hujan
juga, kami sangat letih dan lungla. Akhirnya setelah lama mencari dan
mengunjungi beberapa hotel yang salah alamat, kami menelfon tempat penginapan
kami yang juga dibantu oleh malaikat ke 4 ini. Akhirnya kami menemukannya. Tapi
kami harus melewati enam lantai anak tangga dulu untuk menemukannya, dan
setelah kami lewati pun ternyata bukan gdenung tersebut penginapannya. Pada akhirnya,
ibu-ibu pemilik penginapan yang menghampiri kita dan menunjukan tempatnya.
Tapi ternyata drama tersebut bermulai kembali dengan cerita
lainnya. Apakah itu ??
Ternyata tempat penginapan yang akan kami tempati tidak boleh
memakai cap (jilbab/kerudung) bagi kaum perempuan manapun. Dan hal tersebut
akhoirnya dibantu lobbying oleh malaikat ke-4 kami, tapi hasilnya pun nihil. Tetap
tidak bisa. Dan bela pada saat itu temen kami sampai nangis karena ketakutannya
dan keterkejutannya. Kami pun sepakat untuk mengcancel tempat penginapan
tersebut. Malaikat ke-4 kami membantu kami mencari hotel di tempat sekitar yang
lebih mewah dan layak, dan kami pun setuju, akan tetapi setelah kami ingin
check in, tempat tersebut pun tidak mengizinkan wanita untuk memakai
cap/kerudung. Ternyata memang daerah “Yuancun” ini memang daerah yang snagat
menolak akan islam gengs. Setelah kami caritahu. Akhirnya kami pun sepakat
untuk meninggalkan daerah yang sangat sera mini dan mencari penginapan ditempat
lain untuk mengisi amunisi dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
Akhirnya kami berlanjut menuju stasiun kecun karena di sana
merupakan stasiun transit untuk ke jalur orange maupun hijau dari jalur merah
yuancun. kami berada di staisun kecun cukup lama karena mencari hotel atau
tempat tinggal uintuk mala mini. Kami mencari hotel di pelataran stasiun kecunnnya
karena kami sangat lama mencari hotel, kami didatangi oleh pertugas penjaga
metro kecun sampai 3 kali hehe, kami bercakap dengannya dengan menggunakan
google translate, jadi melalui media hp kami berbicara hehe. Kami mengetik
dengan Bahasa inggris di hp dan diterjemahkan menggunakan kanji, dan dia
sebaliknya. Kami dibantu banyak olehnya dengan usulan-usulan hotel yang sangat
mahal harganya wekwk, karena berada di pusat kota yang dia usulkan. Kami mencari
hotel lama karena memang sudah banyak sekali hotel yang habis dan tinggal
diatas 250 yuan saja yang masih sisa dan tempatnya pun masih kurang baik,
karena kondisinya yang tempat tidur tingkat. Dan ada juga yang memang tempatnya
dekat dengan bandara Guangzhou, jadi jauh sekali. Oleh karena itulah kami lama
mencari-cari tempat hotel.
Sampai pada akhirnya malaikat ke-5 kami datang. Seorang
wanita cantic dengan senyumnya yang manis tapi Namanya lupa hehe, dia membantu
kami mencari hotel dengan membawa kami ke deket daerahnya. Wanita tersebut
masih seumuran dengan kami, 19 tahun. Akan tetapi dia sangat dewasa dan sudah
bekerja dengan sangat keras. Jauh sekali perbedaannya. Akhirnya kami menuju
stasiun metro Xingang east untuk mencari hotelnya, dan pada akhirnya kami
mendapatkannya. Dua kamar dengan fasilitas untuk 6-8 orang. Dengan harga 200
yuan. Alhamdulillah ya Allah. Sellau ada orang-orang baik yang membantu kami. Akhirnya
kami bisa mandi dan istirahat, sebelom kami mendapat kabar dari teman kami isti
yang saat ini sedang kesepian.
Akhirnya kami mengajak isti yang sedang kesepian dibandara
untuk ikut kami menginap di sini. Isti kesepian bukan karena dia sendirian,
bukan, akan tetapi kondisi lingkungan sekitar yang tidak menganggapnya ada yang
membuat seperti itu. Pedih memang, hehe oleh karenya kami ajak dia untuk
menginap Bersama di sini. Di hotel yang cukup mewah ini dengan kondisi kamar
mandi yang transparan L((( …. Isti pun datang jam 11 malam setelah aku dan Nabila menunggu
kurang lebih 1 jam di gate C stasiun metro. Dan akhirnya kami berkumpul Bersama
kembali…
Komentar
Posting Komentar