Langsung ke konten utama

HARI PERTAMAKU DI CHINA 12 November 2018

changi-guangzhou ditempuh dengan waktu yang cukup lama, empat jam lamanya kami berada di pesawat, kami berangkat pukul 3 pagi dan sampai pukul 7 pagi. waktu singapore dan china tidak ada perbedaan, dan berbeda satu jam lebih cepat dari indonesia. kami menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur. karena sebelumnya kami tidak sempat tidur di bandara changi. ketika kami tiba kami berusaha untuk mencari tahu jalan menuju tempat invention. kami pun saling menunggu kelompok-kelompok lainnya. awalnya kami bersama tim dari UNHAS makassar. kemudian kami bergabung dengan tim fathan dari ub yang sudah sampai terlebih dahulu di china dan bermalam di MCD bandara. setelah itu kami bertemu tim lainnya yakni temen se tim dari salah satu anggota tim kami. karena dia mengikuti dua tim dalam invention kali ini, 

setelah menimbang manfaat dan mudharatnya untuk menunggangi kendaraan mana menuju lokasi pameran, akhirnya kami memilih untuk menaiki Metro nama subway di sana. kami sangat kebingungan untuk mencaroi informasi ketika kami sudah sampai stasiun metro-nya. karena mereka hanya bisa bahasa china dan tidak bisa bahasa inggris, apalagi indonesia. akhirnya kami pun diarahkan menuju pusat informasi metro. dan kami mendapatkan caranya untuk dapat menggunakan akses metro dengan membeli kartu akses metro dan juga meminta map untuk mengetahui arah yang akan dilewati oleh jalur-jalur metro tersebut serta untuk mempermudah menuju rute yang kita inginkan. hal ini sangat memakan waktu yang sangat lama sekali, kami baru berangkat dari stasiun CAN jam 10.00 

kami berada di jalur orange dan ingin menuju jalur hijau agak kuning-kuningan. menuju kuqi lu road untuk berganti bus menuju venue dengan bus 802. alhamdulillah disetiap perjalanan kami kami sellau dibantu malaikat tanpa sayap. dan malaikat tanpa sayap pertama adalah di metro bandara ini, kami bertemu dengan orang indoesai yang sudah tinggal di china sejak lama dan baru kembali lagi ke negara ini. mereka terdiri dari ibu dan anaknya yang juga sudah dewasa. mereka turun duluan karena berbeda jalur dengan kita. akhirnya kita sampai di kuqilu road. 

kami pun menunggu bus 802. kami menunggu bus ini sangat lama sekali, memakan waktu hampir dua jam. selama menunggu tersebut kami juag menghadapi drama baru. tentang 802. bus 802 kami lihat pertama kali bukan di halte kami pijaki saat ini, melainkan di rerumputan yang memang ternyata terdapat papan bus 802 nya. aklhirnya kami menunggu cukup lama dan tidak juga dihampiri oleh bis tersebut. kemudian kami melihat bus 802 yang ke dua yang arahnya bukan menuju kami, akan tetapi malahj berbelok ke kanan. akhirnya kami pun mengejarnya menuju arah sana. setelah itu kami bertanya dan mengikuti jalur bus 802 tersebut. ternyata itu merupakan jalur pemberhentian bus tersebut :-( :-(. akhirnya kami bertanya kepada salah satu supir bus 802 dan jeng jeng, ternyata benar pada penglihatan kami sbeelumnya bus 802 yang pertama kami lihat. kami harus menunggu di tempat rerumputan tersebut. bodohnya ketika kami melihat 802 di sana kami malah berlarian ke sana yang jelas-jelas itu menuju ke arah pem,berhentian terakhir. akhirnya kami balik lagi ke rerumputan tersebut untuk menunggu bus 802 yang tidak lama kemudian datang menghampiri. 

setelah menaiki bus tersebut selama 1 jam lebih akhirnya kami pun tiba di depan jalan menuju tempat invention. dan kami tetap harus berjalan sejauh 1 km terlebih dahulu sebelum sampai depan gedung inventionnya. 


dan akhirnya setelah melalui perjalanan panjang, kami akhirnya tiba juga di tempat invention untuk shalat, dan menata booth sampai pukul 16.00 akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi ke hotel untuk segera mempersiapkan presentasi besok kepada juri dan juga istirahat secepatnya dan mandi, karena sudah terllau lepek dan lama tidak menyentuh air tubuh kami. akhinya kami bertanya jalur untuk menuju hotel kami yang ketika kami melihat maps ternyata deket sekali dengan stasiun metro jihua park. akhirnya kami diarahkan untuk menaiki bus 802. setalah kami menaiki bus, malaikat kedua kami, aku lupa namanya dari amerika selatan, negaranya juga lupa. dia menolong kami, pertama menukar uang besaran kami dengan uang kecil supaya bisa membayar busnya, karena bus tidak menerima uang yang tidak pas dalam membayar. kami turun di terminal yang dekat dengan stasiun terakhir di jalur hijau kuning (Xiancheng Dong).  untuk kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun jihua park. setelah itu kami sampai dan mencari hotelnya dengan keluar lewat pintu C di satsiun tersebut. kami tidak menemukan hotelnya yang padahal tempatnya sangat depan-depan dengan stasiunnya. tapi kami malah mencari di sebrang sungai sampai ke belakang gedung sebrangnya hahaha. 

dan hari iru akhirnya kami bisa istirahat di hotel yang super mewah setara bintang lima, di dalamnya fasilitasnya sangat lengkap dan snagat nyaman. kami berada di lantai delapan. dikamar 802 dan 803. kami ishomandi, dan akhirnya latihan untuk presentasi besok sebelum tidur dan istirahat untuk amunisi esok hari :-) . BERSAMBUNG..... 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Law Of Success

  This book was created by Napoleon Hill and was resumed by Auzan El-Ghiffari Su'ud the law of success (1928) covers 15 valuable lessons that you can use to get motivated about turning your plans and dreams into reality. you can put these practical lessons into practice today. the're designed to help you turn words into action, gain self-confidence, and thrive in any environment who's it for A. Inspiration seekers B. Salespeople looking for tips on success C. people interested in how to gain self-confidence What’s in it for me? Learn some 1920s wisdom that still hasn’t gone out of style. Author Napoleon Hill is like the grandfather of the self-help book genre. Even though his heyday was in the early twentieth century, many of his ideas continue to fill the pages of today’s top motivational and secrets-of-success books. The times may have changed, but people are still people. It was one of the author’s specialties to look at human nature and figure out which of our habits ca...

Discipline Equals Freedom

This book was created by Jocko Willink and Resumed by Auzan El-Ghiffari Su'ud This book your field manual to the art of self-discipline. It uncovers what you need to do to meet your potential and why being disciplined sets you free.  This book contains seven topics that will discuss in this resumes.  What’s in it for me? Push yourself to the top. Are you the happiest, fittest, and most successful person you want to be? If not, why? Maybe you’re too busy to work on yourself right now? Or you don’t have the money – or motivation – to turn things around yet. Or maybe you just need to quit making excuses and do it!  That’s where these resumes come in. Tackling everything from diet and exercise to being a leader, this is your field manual to a more confident, healthy, and prosperous you. Discover what drives discipline; how action, aggression, and relentlessness get you closer to your goals; and why taking responsibility for your life is the key to setting yourself free. In th...

EXERCISED

This book was created by Daniel Lieberman, and resumed by Auzan El-Ghifari Su'ud what's this book about ? Exercised is a cutting-edge account of physical activity, rest, and human health. Drawing on groundbreaking research in the fields of exercise science, evolutionary theory, and anthropology, it presents a unique account of the human body's needs and abilities.  Who is this book for ? -  Fitness fanatics interested in a broader view of health and exercise. -  Exercise-avoiders seeking to change their ways for good. -  Amateur anthropologist and armchair doctors. This Resume will provide summery for every part on that book that contains seven parts such as  1.  We didn’t evolve to exercise .  2.  We don’t all need eight hours’ sleep .  3.  We didn’t evolve to be naturally brawny . 4.  Walking does have a role to play in weight loss . 5.  Running doesn’t have to lead to injuries . 6.  We need to stay active as we age . 7....